, ,

Menlu Sugiono Buka Suara soal Diplomat RI Tewas Ditembak di Peru

oleh -252 Dilihat

langsa – Menlu Sugiono Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, akhirnya buka suara terkait kabar tragis meninggalnya seorang diplomat Indonesia yang ditembak di Peru.

Dalam konferensi pers darurat di Jakarta, Sugiono menyampaikan rasa duka cita mendalam atas peristiwa yang mengguncang Kementerian Luar Negeri dan masyarakat Indonesia..

Menlu Sugiono
Menlu Sugiono

 

Baca Juga : Pasukan Pelangi Dikerahkan Bersihkan Sisa Demo Ricuh

Menlu Sugiono menyatakan bahwa peristiwa ini bukan hanya duka bagi keluarga korban, tapi juga menjadi tamparan keras bagi keamanan diplomatik Indonesia di luar negeri.

“Kami sangat terpukul. Saudara Andika adalah sosok muda yang cemerlang, penuh semangat mengabdi untuk negara,” ujar Sugiono dengan suara bergetar.

Pemerintah Indonesia langsung mengirim tim investigasi dan bantuan dari Jakarta menuju Peru, guna membantu proses pengusutan kasus tersebut.

KBRI Lima juga langsung berkoordinasi dengan Kepolisian Nasional Peru dan Kementerian Luar Negeri Peru untuk mengusut tuntas pelaku dan motif kejadian.

Saksi mata di lokasi mengatakan ada dua orang pelaku bersenjata yang langsung melarikan diri dengan sepeda motor usai menembak korban.

sakit di Lima untuk proses autopsi, sambil menunggu proses pemulangan ke tanah air.

Ia juga mengatakan bahwa keselamatan para diplomat RI di seluruh dunia kini menjadi prioritas utama Kemenlu.

“Kami telah menginstruksikan seluruh perwakilan diplomatik Indonesia untuk meningkatkan pengamanan internal dan prosedur keselamatan staf,” tegas Sugiono.

Kemenlu akan melakukan evaluasi besar-besaran terhadap penempatan diplomat di wilayah-wilayah yang memiliki tingkat kriminalitas tinggi.

Tragedi ini juga menggugah perhatian publik di Indonesia, yang banyak memberikan ucapan duka di media sosial.

Tagar #JusticeForAndika sempat menjadi trending topic di platform X (sebelumnya Twitter), mencerminkan simpati dan kemarahan masyarakat.

Banyak warganet mempertanyakan apakah sistem pengamanan KBRI dan protokol keamanan pribadi para diplomat sudah memadai.

Selain itu, sorotan juga tertuju pada minimnya perhatian terhadap risiko keamanan di wilayah tugas para diplomat, terutama di negara-negara yang tingkat kriminalitasnya tinggi.

Mereka juga mendesak adanya kerja sama bilateral yang lebih kuat antara Indonesia dan Peru dalam hal keamanan dan penegakan hukum.

Orang tua Andika, dalam wawancara singkat, mengatakan bahwa anak mereka adalah sosok yang mencintai pekerjaannya sebagai diplomat.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.