Langsa – Pengakuan Awal Penculik Kepolisian Resor Manggarai Barat, NTT, berhasil menangkap salah satu pelaku penculikan Kepala KCP bank yang ditemukan tewas di Bekasi.
Terduga pelaku berinisial EW alias Eras (28), seorang debt collector, ditangkap saat turun dari pesawat di Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, Kamis siang.
Saat ditangkap, Eras tampak mengenakan topi dan kaus hitam, serta celana pendek—sebuah penampakan yang langsung terekam oleh petugas.
Penangkapan itu merupakan hasil koordinasi cepat antara Polres Manggarai Barat dan Polda Metro Jaya, setelah polisi memperoleh informasi tentang keberadaan pelaku.
Eras dibawa kembali ke Jakarta pada malam harinya dan sempat diinterogasi oleh Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya

Baca Juga : Dosen Unsam Langsa Latih Akuascaping Bagi Pemuda Peureulak Aceh Timur
Dalam interogasi awal, Eras mengakui terlibat dalam aksi penculikan itu bersama empat rekannya.
Ia mengaku ikut dalam penculikan yang berujung pada pembunuhan terhadap Mohamad Ilham Pradipta, Kacab Bank Pembantu di Jakarta.
Jasad korban ditemukan di kebun kosong di Cikarang, Bekasi, dengan kondisi tangan dan kaki terikat serta wajah tertutup lakban.
Penangkapan berlangsung cepat: siang hari berada di Labuan Bajo, malam harinya sudah berada di Jakarta.
Eras sehari-harinya bekerja sebagai debt collector di Jakarta; dugaan kuat bahwa profesinya memberi akses dan koneksi ke tindakan kejahatan itu.
Polisi juga menyebut ada sosok lain yang memerintahkan penculikan ini—Eras bukan otak di balik kasusnya.
Rekan satu pesawatnya saat mendarat juga sempat menjadi bukti bahwa pelaku mencoba melarikan diri.
Tim ini penyidik Polda Metro Jaya kini mengembangkan pengakuan awal itu untuk mengidentifikasi pelaku utama dan motif sebenarnya.
Kasus ini telah memicu kecaman luas karena korban adalah pekerja perbankan—petugas profesional yang menjalankan tugasnya.Penanganan cepat Eras memberi signal keras: pelaku kejahatan tidak bisa lepas dari hukum, sekuat apa pun hubungan atau keahliannya.
Pengakuan group-based ini penting untuk menuntaskan jaringan kejahatan, agar tidak hanya menyasar eksekutor saja.

![Sejumlah-personil-Gegana-Brimob-susuri-Mentari-Intercultural-School-Bintaro[1]](http://librairielespetitsruisseaux.com/wp-content/uploads/2025/10/Sejumlah-personil-Gegana-Brimob-susuri-Mentari-Intercultural-School-Bintaro1-148x111.jpg)
![img_20250707_065421_ratio-16x9[1]](http://librairielespetitsruisseaux.com/wp-content/uploads/2025/09/img_20250707_065421_ratio-16x91-1-148x111.jpg)
![hq720[1]](http://librairielespetitsruisseaux.com/wp-content/uploads/2025/09/hq7201-148x111.jpg)
![Ditreskrim[1]](http://librairielespetitsruisseaux.com/wp-content/uploads/2025/09/Ditreskrim1-148x111.jpeg)
